000898Wahai Pejuang Allah,
Sesungguhnya didepanmu telah nampak amanah besar yang tak terelakkan. Dibutuhkan sebuah konsistensi diri terhadap niat yang telah tertata diawal perjalanan. Keimanan menjadi bekal, Qur’an dan sunnah menjadi pedoman, ridho Allah sebagai tujuan.

Hai Prajurit Perang,
Allah memberikan amanah pada seseorang, bukan tanpa tujuan. Melainkan Dia paham akan kekuatan pada diri tiap-tiap orang. ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah 286), pun dengan suatu kebersamaan baik suka maupun duka, ”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang diJalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. As-Shaff 4)

Duhai Panglima Perjuangan,
Berjuanglah dengan segenap kemampuan disertai dengan keistiqomahan, ”Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali-Imran 110).

”Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu diJalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. At-Taubah 41)
”…Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan (mencukupkan) keperluannya…” (QS. At-Thalaq 3)

Ketulusan dalam beristiqomah dan bertawakal merupakan hal yang mendasar demi terciptanya peningkatan iman secara periodik dalam rangka mengemban amanahNya.

Taburlah pikiran, engkau akan menuai perkataan
Taburlah perkataan, engkau akan menuai perbuatan
Taburlah perbuatan, engkau akan menuai kebiasaan
Taburlah kebiasaan, engkau akan menuai nasibmu sendiri.

Mari berjuang dengan sungguh-sungguh,

baik berjuang menuntut ilmu di sekolah, kampus

Baik mencari nafkah di kantor, jalan, pabrik, dll….

semua adalah jihad mencapai ridho-Nya…

Mari berangkat bersama, dan sosngsonglah Surga-Nya !!!