panas matahari

Siang itu, lagi-lagi panas matahari menerobos jaket hitamku hingga membakar kulitku…tak ayal, mampu merasuk hingga kerongkongan. Ya, ketika itu pukul 13.00 setelah kuselesaikan urusanku dikantor (Ceileee…Baca: Perusahaan untuk TA), aku bergegas kembali ke TI. maksud hati ingin menuju tempat terdingin…dimana lagi kalau bukan lab PSMI tercinta. walaupun tidak begitu dingin layaknya lab lain (mungkin karena kordasnya mahfud, udah tua…makanya AC dijaga agar g’terlalu dingin…hehehehee), tetapi setidaknya bercengkerama dengan asisten PSMI mampu mencairkan panasnya matahari kala itu.

selama perjalanan, kakiku semakin tidak mampu menyangga tubuhku, terasa lemas, letih, lunglai tidak karuan. panasnya matahari mengingatkanku tentang panasnya neraka, tidak sepadan memang, namun teringat kata ustad Subhki di”Assalamu’alaikum Ustadz”, jika 1 molekul uap neraka dimasukkan dibumi beberapa detik saja, maka akan luluh lantah bumi beserta isinya…Apimu (yang kamu semua menyalakannya di dunia) ini adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya neraka jahanam, setiap bagian sama suhu panasnya dengan api di dunia ini (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)…naudzubillah…

Akhirnya kuputuskan untuk pulang kerumah saja, karena tubuh ini tak kuasa memanggil-manggil kawanannya (bantal-Guling dirumah…heheheee)…memang tiada tempat seindah rumah, rumahku surgaku…tiada tempat sedingin dan sesejuk surga…akhirnya sampailah aku dirumah. Namun niatku tertahan untuk mengambil seteguk air minum dingin, karena kala itu ku baru teringat kalau puasa. Pun tanpa sahur.Pff…

Kubenamkan tubuhku dalam tidur panjang. Sayangnya, baru beberapa detik aku tertidur, kurasakan guncangan hebat dirumahku…tubuh ini, ranjang ini, semua benda-benda dirumah begitu bergoncang hebat…getaran demi getaran semakin membuncah tak beraturan…ada apa ini…GEMPA kah ??

Kususuri rumah untuk menuju pintu keluar, ketika keluar…masyaAllah…mobil-mobil begitu saling bersahutan membunyikan klakson tak berirama…pohon-pohon tumbang, banyak teriakan-teriakan manusia yang merintih kesakitan karena tertimpa batu, pohon, hingga runtuhan bangunan…

Didepan mataku tampak bangunan tinggi yang terbakar, entah oleh apa…
kumasuk kembali kerumah, nampak ditayangan TV tergambarkan begitu ada GEMPA dimana-mana…

Pff…

(Bersambung…)